Monday, November 22, 2010

Sekilas tentang Sumatra Utara

Sumatra utara adalah propinsi di pulau Sumatra yang berbatasan dengan Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Barat dan Riau. Sebagian besar penduduk asli Sumatra Utara adalah dari suku Batak, Nias dan Melayu. Luas wilayah provinsi Sumatra Utara adalah 72.981,23 km². Jumlah penduduk Sumatra Utara sesuai dengan sensus tahun 2007 adalah 13.319.525 jiwa.

Kepadatan penduduk mencapai 183 orang per km². Sebagian besar perekonomian Sumatra Utara (Sumut) ditunjang oleh pertanian, perkebunan, pertambangan, dll. Daerah pertanian tersebar hampir di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut). Sedangkan perkebunan karet, coklat, kelapa sawir, teh, kopi, cengkeh, tembakau, kelapa dll. Perkebunan Sumatra Utara tersebar di Tapanuli, Deli Serdang, Simalungun, Langkat, Batubara, Labuhan dll. Karena banyaknya perkebunan maka beberapa perusahaan negara seperti perusahaan terbuka perkebunan nusantara (PTPN) ada di Sumatra Utara. PTPN yang ada yaitu PTPN II, PTPN III dan PTPN IV.

Di sektor pertambangan, Sumut juga kaya akan gas alam yang berada di Tandam dan Binjai. Sedangkan minyak bumi berada di kabupaten Langkat dan Pangkalan Brandan. Bahkan unit pengolahan pertamina pernah berada di Pangkalan Brandan. Beberapa perusahaan tambang dan energi yang berada di Sumatra Utara (Sumut) antara lain PT. Pertamina, Dairi Prima Mineral, Newmont Horas Nauli (PTNHN), Sorikmas Mining (SMM). Sektor pariwisata juga banyak dijumpai di Sumatra Utara. Salah satu tempat yang sangat hingga seluruh dunia adalah danau Toba. Danau Toba adalah danau terbesar di dunia. Selain itu Sumatra Utara juga memiliki obyek wisata ski laut dan selancar air yang berada di Pulau Nias yang menjadi favorit bagi wisatawan asing.

Jumlah pengangguran di Sumatra Utara termasuk yang tinggi karena mencapai 14,24%. Dengan makin sulitnya lapangan kerja itu, maka banyak penduduk Sumatra Utara yang menjadi perantau. Jumlah kabupaten di Sumatra Utara adalah 28 dan jumlah kota atau kotamadya adalah 8. Dengan makin banyaknya jumlah penduduk dan untuk pemerataan pembangunan maka pada tahun 2009 kemarin dibentuklah provinsi yang baru yaitu propinsi Tapanuli. Meskipun berdiri provinsi Tapanuli, akan tetapi sistem administrasi dan pemerintahan masih sangat tergantung dengan Sumatra Utara.

Read more »

Friday, July 9, 2010

LEGENDA LAU KAWAR

LEGENDA LAU KAWAR

Danau Kawar / Lau Kawar merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Karo dengan luas lebih kurang 100 hektar. Jaraknya dari kota Medan lebih kurang 85 Km. Dulu objek wisata ini setiap hari sabtu dan Minggu serta hari-hari libur ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara, tapi 10 tahun terakhir ini kelihatannya sudah kurang terawat dan jarang dikunjungi oleh para wisatawan kata Kristian Sukatendel mengomentari keadaan Danau Lau Kawar kebanggan masyarakar Karo ini.

Konon menurut ceritanya, Danau Lau Kawar ini berasal dari lokasi sebuah perkampungan yang namanya Kawar. Penduduk desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani sebagaimana dengan warga lainnya di Tanah Karo.

Hasil pertanian masyarakat selalu berlimpah ruah karena Tanahnya cukup subur. Para petani tidka ada memakai pupuk atau obat-obatan seperti sekarang.

Singkat cerita, tibalah musim panen padi. Seluruh warga gembira melihat hasilnya menguning bernas. Demikian juga tentunya kepala desa lau Kawar memiliki kebahagiaan tersendiri mengingat ladangnya cukup luas. Apa yang diharapkan penghulu desa selama ini ternyata
telah dikabulkan Tuhan pada tahun itu. Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan maka penghulu Desa Kawar menyelenggarakan pesta Gendang Guro-guro aron di ladang tersebut selama empat hari-empat malam. Seluruh warga di undang berpesta pora yang luar biasa meriahnya.

Dapat dimaklumi, karena yang mengundang adalah penghulu desa maka tidak ada seorangpun yang berani menolak kecuali seorang wanita karena telah lanjut usia dan dia sendiri adlah ibu kandung dari pada penghulu Desa Kawar yang menyelenggarakan pesta yang meriah selama empat hari empat malam suntuk itu. Wanita tersebut tinggal sendirian di rumah, seluruh anak dan cucunya pergi. Bertalu-talu sayup-sayup suara gendang sesekali terdengar dari tempat wanita itu terbaring. Sekitar pukul satu siang acara menari di berhentikan karena tiba waktu makan siang. Penghulu dan warga desa seluruhnya makan dengan lauk pauk yang cukup mewah dan berkelimpahan. Lembu dan kambing serta babi dan ayam khusus dipotong semua kenyang puas dan gembira . Ini baru hari pertama

Setelah istirahat sebentar, acara menari dan menyanyipun dilanjutkan kembali dengan dipandu anak beru penghulu desa. Anehnya saat manari menjelang sore penghulu desa memanggil anak yang masih kecil dan lugu, rupanya dia teringan ibunya yang tertinggal sendirian dirumah belum ada yang mengantar nasi untuk makan siang.
Nasi dengan lauk pauk yang cukup dipersiapkan. Anak penghulu yang masih lugu dan kecil tadi disuruh mengantarkannya kerumah neneknya. Namun nasib malang lagi menimpa si nenek, sudah tidak diingat
mengantar nasi pada waktunya, malah nasi yang diantar cucunya
ditengah jalan bungkusannya di buka serta seluruh daging lembu, kambing, ayam, dan babi dimakan serta tulang belulangnya kemabali dimasukkan sang cucu kedalam bungkusan dan dikemas kembali seperti semula.

Sekalipun nasi untuk makan siang menjelang sore baru tiba ternyata baru tiba ternyata sang nenek masih mampu tersenyum melihat sang cucu datang membawa bungkusan. Begitu bungkusan di terima,si cucupun terus kembali menuju lading. Wanita tua inipun dengan susah payah bangun dari pembaringan agar segera makan.Begitu bungkusan di buka si nenekpun begitu terkejut karena yang ada didalam hanya tulang belulang.

Lama si nenek tercengang menatap bungkusan itu, tak sadar air matanyapun jatuh membasahi pipinya yang sudah keriput. Malang memang nasib si nenek. Anak seorang penghulu yang disegani namun dirinya sampai melupakan ibunya yang sejak kecil mangasuh, membesarkan dan membimbing. Hati nurani nenekpun memberontak tak terbendung lagi. Dia menangis terisak,bersumpah sembari memeras air susunya " aku yang melahirkan dan membesarkan engkau , engkau telah mendapt kedudukan terhormat ternyata engkau tidak dapat menghormati orangtua sendiri, air susu ini menjadi saksi anakku, untuk itu aku bersumpah tiada henti, tiada putus asa sembari air mata terus mengalir di pipi dan memeras air mata terus mengalir di pipi dan memeras air susunya. Tak lama kemudian sumpah nenek yang malang itupun terkabul, embun gelap mulai menutup langit seakan hari mulai malam. Kilat dan guntur bergemuruh sambung menyambung. Seluruh warga yang berpesta meriah mulai panik, terlebih-labih hujan mulai turun dengan derasnya.Pestapun mulai bubar seketika ,seluruh penduduk lari mencari tempat berteduh.

Hujan tiada mau peduli, selama tujuh hari-tujuh malam deras tiada hentinya, air bah pun terjadi.Desa kawar yang persis terletak di bawah gunung Kaki sinabung itupun tenggelam. Seluruh harta benda tidak ada yang terselamatkan. Desa Kawar telah berubah wujud menjadi sebuag danau, yang sekarang disebut dengan Danau Lau Kawar.

Dari legenda diatas bisa dipetik suatu kesimpulan bahwa,
1. Bila kehidupan telah tercukupi maka yang pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Hendaknya janganlah berkelimpahan yang telah dimiliki menjadi lupa terhadap orang tua, sebagai wujud dan syukur kepada Tuhan harus dibuktikan pertama kepada orang tua, yaitu dengan memberikan yang terbauk kepada orang tua.
3. Jika menerima amanah dari seseorang untuk disampaikan kepada orang lain janganlah sesekali megutak-atiknya bertanggung jawablah atas kepercayaan yang telah diberikan.Sampaikanlah amanah itu kepada orang yang berhak menerimanya.

Read more »

LEGENDA LAU KAWAR 2(Dua)

Danau Kawar / Lau Kawar merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Karo dengan luas lebih kurang 100 hektar. Jaraknya dari kota Medan lebih kurang 85 Km. Dulu objek wisata ini setiap hari sabtu dan Minggu serta hari-hari libur ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara, tapi 10 tahun terakhir ini kelihatannya sudah kurang terawat dan jarang dikunjungi oleh para wisatawan kata Kristian Sukatendel mengomentari keadaan Danau Lau Kawar kebanggan masyarakar Karo ini.

Konon menurut ceritanya, Danau Lau Kawar ini berasal dari lokasi sebuah perkampungan yang namanya Kawar. Penduduk desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani sebagaimana dengan warga lainnya di Tanah Karo.

Hasil pertanian masyarakat selalu berlimpah ruah karena Tanahnya cukup subur. Para petani tidka ada memakai pupuk atau obat-obatan seperti sekarang.

Singkat cerita, tibalah musim panen padi. Seluruh warga gembira melihat hasilnya menguning bernas. Demikian juga tentunya kepala desa lau Kawar memiliki kebahagiaan tersendiri mengingat ladangnya cukup luas. Apa yang diharapkan penghulu desa selama ini ternyata
telah dikabulkan Tuhan pada tahun itu. Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan maka penghulu Desa Kawar menyelenggarakan pesta Gendang Guro-guro aron di ladang tersebut selama empat hari-empat malam. Seluruh warga di undang berpesta pora yang luar biasa meriahnya.

Dapat dimaklumi, karena yang mengundang adalah penghulu desa maka tidak ada seorangpun yang berani menolak kecuali seorang wanita karena telah lanjut usia dan dia sendiri adlah ibu kandung dari pada penghulu Desa Kawar yang menyelenggarakan pesta yang meriah selama empat hari empat malam suntuk itu. Wanita tersebut tinggal sendirian di rumah, seluruh anak dan cucunya pergi. Bertalu-talu sayup-sayup suara gendang sesekali terdengar dari tempat wanita itu terbaring. Sekitar pukul satu siang acara menari di berhentikan karena tiba waktu makan siang. Penghulu dan warga desa seluruhnya makan dengan lauk pauk yang cukup mewah dan berkelimpahan. Lembu dan kambing serta babi dan ayam khusus dipotong semua kenyang puas dan gembira . Ini baru hari pertama

Setelah istirahat sebentar, acara menari dan menyanyipun dilanjutkan kembali dengan dipandu anak beru penghulu desa. Anehnya saat manari menjelang sore penghulu desa memanggil anak yang masih kecil dan lugu, rupanya dia teringan ibunya yang tertinggal sendirian dirumah belum ada yang mengantar nasi untuk makan siang.
Nasi dengan lauk pauk yang cukup dipersiapkan. Anak penghulu yang masih lugu dan kecil tadi disuruh mengantarkannya kerumah neneknya. Namun nasib malang lagi menimpa si nenek, sudah tidak diingat
mengantar nasi pada waktunya, malah nasi yang diantar cucunya
ditengah jalan bungkusannya di buka serta seluruh daging lembu, kambing, ayam, dan babi dimakan serta tulang belulangnya kemabali dimasukkan sang cucu kedalam bungkusan dan dikemas kembali seperti semula.

Sekalipun nasi untuk makan siang menjelang sore baru tiba ternyata baru tiba ternyata sang nenek masih mampu tersenyum melihat sang cucu datang membawa bungkusan. Begitu bungkusan di terima,si cucupun terus kembali menuju lading. Wanita tua inipun dengan susah payah bangun dari pembaringan agar segera makan.Begitu bungkusan di buka si nenekpun begitu terkejut karena yang ada didalam hanya tulang belulang.

Lama si nenek tercengang menatap bungkusan itu, tak sadar air matanyapun jatuh membasahi pipinya yang sudah keriput. Malang memang nasib si nenek. Anak seorang penghulu yang disegani namun dirinya sampai melupakan ibunya yang sejak kecil mangasuh, membesarkan dan membimbing. Hati nurani nenekpun memberontak tak terbendung lagi. Dia menangis terisak,bersumpah sembari memeras air susunya " aku yang melahirkan dan membesarkan engkau , engkau telah mendapt kedudukan terhormat ternyata engkau tidak dapat menghormati orangtua sendiri, air susu ini menjadi saksi anakku, untuk itu aku bersumpah tiada henti, tiada putus asa sembari air mata terus mengalir di pipi dan memeras air mata terus mengalir di pipi dan memeras air susunya. Tak lama kemudian sumpah nenek yang malang itupun terkabul, embun gelap mulai menutup langit seakan hari mulai malam. Kilat dan guntur bergemuruh sambung menyambung. Seluruh warga yang berpesta meriah mulai panik, terlebih-labih hujan mulai turun dengan derasnya.Pestapun mulai bubar seketika ,seluruh penduduk lari mencari tempat berteduh.

Hujan tiada mau peduli, selama tujuh hari-tujuh malam deras tiada hentinya, air bah pun terjadi.Desa kawar yang persis terletak di bawah gunung Kaki sinabung itupun tenggelam. Seluruh harta benda tidak ada yang terselamatkan. Desa Kawar telah berubah wujud menjadi sebuag danau, yang sekarang disebut dengan Danau Lau Kawar.

Dari legenda diatas bisa dipetik suatu kesimpulan bahwa,
1. Bila kehidupan telah tercukupi maka yang pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Hendaknya janganlah berkelimpahan yang telah dimiliki menjadi lupa terhadap orang tua, sebagai wujud dan syukur kepada Tuhan harus dibuktikan pertama kepada orang tua, yaitu dengan memberikan yang terbauk kepada orang tua.
3. Jika menerima amanah dari seseorang untuk disampaikan kepada orang lain janganlah sesekali megutak-atiknya bertanggung jawablah atas kepercayaan yang telah diberikan.Sampaikanlah amanah itu kepada orang yang berhak menerimanya.
Legenda Lau Kawar
Views : 991

Danau Kawar /  lau Kawar merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten  karo dengan luas lebih kurang 100 hektar. Jaraknya dari kota Medan lebih kurang 85 Km. Dulu objek wisata ini setiap hari sabtu dan Minggu serta hari-hari libur ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara, tapi 10 tahun terakhir ini kelihatannya sudah kurang terawat dan jarang dikunjungi oleh para wisatawan kata Kristian Sukatendel mengomentari keadaan Danau Lau Kawar kebanggan masyarakar Karo ini. Konon menurut ceritanya, Danau Lau Kawar ini berasal dari lokasi sebuah perkampungan yang namanya Kawar. Penduduk desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani sebagaimana dengan warga lainnya di Tanah Karo. Hasil pertanian masyarakat selalu berlimpah ruah karena Tanahnya cukup subur. Para petani tidka ada memakai pupuk atau obat-obatan seperti sekarang. Singkat cerita, tibalah musim panen padi. Seluruh warga gembira melihat hasilnya menguning bernas. Demikian juga tentunya kepala desa lau Kawar memiliki kebahagiaan tersendiri mengingat ladangnya cukup luas. Apa yang diharapkan penghulu desa selama ini ternyata telah dikabulkan Tuhan pada tahun itu. Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan maka penghulu ( kepala ) Desa Kawar menyelenggarakan pesta Gendang Guro-guro  aron di ladang tersebut selama empat hari-empat malam. Seluruh warga di undang berpesta pora yang luar biasa meriahnya. Dapat dimaklumi, karena yang mengundang adalah penghulu desa maka tidak ada seorangpun yang berani menolak kecuali seorang wanita karena telah lanjut usia dan dia sendiri adlah ibu kandung dari pada penghulu Desa Kawar yang menyelenggarakan pesta yang meriah selama empat hari empat malam suntuk itu. Wanita tersebut tinggal sendirian di rumah, seluruh anak dan cucunya pergi. Bertalu-talu sayup-sayup suara gendang sesekali terdengar dari tempat wanita itu terbaring. Sekitar pukul satu  siang acara menari di berhentikan karena tiba waktu makan siang. Penghulu dan warga desa seluruhnya makan dengan lauk pauk yang cukup mewah dan berkelimpahan. Lembu dan kambing serta babi dan ayam khusus dipotong semua kenyang puas dan gembira . Ini baru hari pertama Setelah istirahat sebentar, acara menari dan menyanyipun dilanjutkan kembali dengan dipandu anak  beru penghulu desa. Anehnya saat manari menjelang sore penghulu desa memanggil anak yang masih kecil dan lugu, rupanya dia teringan ibunya yang tertinggal sendirian dirumah belum ada yang mengantar nasi untuk makan siang. Nasi dengan lauk pauk yang cukup dipersiapkan. Anak penghulu yang masih lugu dan kecil tadi disuruh mengantarkannya kerumah neneknya. Namun nasib malang lagi menimpa si nenek, sudah tidak diingat mengantar nasi pada waktunya, malah nasi yang diantar cucunya ditengah jalan bungkusannya di buka serta seluruh daging lembu, kambing, ayam, dan babi dimakan serta tulang belulangnya kembali dimasukkan sang cucu kedalam bungkusan dan dikemas kembali seperti semula. Sekalipun nasi untuk makan siang menjelang sore baru tiba ternyata baru tiba ternyata sang nenek masih mampu tersenyum melihat sang cucu datang membawa bungkusan. Begitu bungkusan di terima,si cucupun terus kembali menuju ladang. Wanita tua inipun dengan susah payah bangun dari pembaringan agar segera makan.Begitu bungkusan di buka si nenekpun begitu terkejut karena yang ada didalam hanya tulang belulang. Lama si nenek tercengang menatap bungkusan itu, tak sadar air matanyapun jatuh membasahi pipinya yang sudah keriput. Malang memang nasib si nenek. Anak seorang penghulu yang disegani namun dirinya sampai melupakan ibunya yang sejak kecil mangasuh, membesarkan dan membimbing. Hati nurani nenekpun memberontak tak terbendung lagi. Dia menangis terisak,bersumpah sembari memeras air susunya "  aku yang melahirkan dan membesarkan engkau , engkau telah mendapt kedudukan terhormat ternyata engkau tidak dapat menghormati orangtua sendiri, air susu ini menjadi saksi anakku, untuk itu aku bersumpah tiada henti, tiada putus asa sembari air mata terus mengalir di pipi dan memeras air mata terus mengalir di pipi dan memeras air susunya. Tak lama kemudian sumpah nenek yang malang itupun terkabul, embun gelap mulai menutup langit seakan hari mulai malam. Kilat dan guntur bergemuruh sambung menyambung. Seluruh warga yang berpesta meriah mulai panik, terlebih-labih hujan mulai turun dengan derasnya.Pestapun mulai bubar seketika ,seluruh penduduk lari mencari tempat berteduh. Hujan tiada mau peduli, selama tujuh hari-tujuh malam deras tiada hentinya, air bah pun terjadi.Desa kawar yang persis terletak di bawah gunung Kaki sinabung itupun tenggelam. Seluruh harta benda tidak ada yang terselamatkan. Desa Kawar telah berubah wujud menjadi sebuag danau, yang sekarang disebut dengan Danau Lau Kawar. Dari legenda diatas bisa dipetik suatu kesimpulan bahwa, I. Bila kehidupan telah tercukupi maka yang pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. II. Hendaknya janganlah berkelimpahan yang telah dimiliki menjadi lupa terhadap orang tua, sebagai wujud dan syukur kepada Tuhan harus dibuktikan pertama kepada orang tua, yaitu dengan memberikan yang terbauk kepada orang tua. III. Jika menerima amanah dari seseorang untuk disampaikan kepada orang lain janganlah sesekali megutak-atiknya bertanggung jawablah atas kepercayaan yang telah diberikan.Sampaikanlah amanah itu kepada orang yang berhak menerimanya.

Read more »

Friday, May 7, 2010

MERGA SILIMA

**KARO-KARO**

Barus
Barusjahe, Buntu, Barusjulu, Tanjung Barus, Talimbaru, Serdang, Penampen
Bukit
Bukit, Buluhawar
Guru Singa
Gurusinga, Rajaberneh, Rumah Sumbul
Jung
Kutanangka, Perbesi, Kalang, Batukarang
Kaban
Kabantua, Pernantin
Kacaribu
Kacaribu, Kutagerat
Kemit
Kutabale, Mulawari
Ketaren
Ketaren, Raya, Sibolangit, Pertampilen, Kutabale
Purba
Kabanjahe, Berastagi, Kutakepar, Laucih
Samura
Samura
Karo Sekali
Seberaya, Bertah, Kuta Julu
Sinubulan
Bulanjahe, Bulanjulu
Sinuhaji
Ajijulu, Ajibuhara, Ajimbelang, Ajijahe (Ajisiempat)
Sinukaban
Kaban, Sumbul
Sinulingga
Lingga, Bintangmeriah, Gungmerlawan
Sinuraya
Bunuraya, Kandibata, Singgamanik
Sitepu
Sukanalu Teran, Sukanalu, Naman, Beganding
Surbakti
Surbakti, Gaja
**GINTING**

Ajartambun
Rajamerahe, Bahorok
Babo
Gurukinayan, Munte, Tongging
Siberas
Lau Petundal
Capah
Bukit, Kalang
Garamata
Rajatengah, Tongging
Gurupatih
Buluhnaman, Sarimunte, Naga, Laukapur
Jadibata
Juhar
Jawak
Cingkes
Manik
Tongging, Lingga, Bungabaru
Munte
Kutabangun, Ajinembah, Kubu, Dokan, Munte, Tongging
Pase
Kutabangun
Seragih
Lingga, Jeraya
Sinusinga
Singa
Sugihen
Sugihen, Juhar, Kutabangun
Suka
Suka, Linggajulu, Naman, Berastepu
Tumangger
Kemkem, Kidupen


**TARIGAN**

Bondong
Lingga
Ganagana
Batukarang
Gerneng

Cingkes
Gersang
Nagasaribu, Seribujandi, Jandiseribu, BErastepu, Kutaraya
Jampang
Pergendangen
Pekan
Batukarang, Sukanalu
Purba
Tanjung Purba, Purba Tua
Silangit
Gunung Meriah
Sibero
Juhar, Kutaraja, Keriahen, Tanjung Beringin, Selakkar
Tambak
Cingkes, Kebayaken, Sukanalu
Tambun
Binangara, Rakutbesi, Sinaman
Tua
Pergendangen
Tegur
Suka, Seribujandi


**SEMBIRING**

Si La Mantangken Biang
Keloko
Pergendangen, Tualang, Paropo
Kembaren
Samperaya, Liangmelas
Sinulaki
Silalahi, Paropo
Sinupayung
Jumaraja, Nageri

Si Mantangken Biang
Berahmana
Rumah Kabanjahe, Perbesi, LImang, Bekawar
Bunuhaji
Kutatengah, Beganding
Busuk
Kidupen, Lauperimbon
Colia
Kubucolia, Seberaya
Depari
Seberaya, Perbesi, Munte
Gurukinayan
Gurukinayan, Gunungmeriah
Keling
Rajaberneh, Juhar
Maha
Martelu, Pandan, Pasirtengah
Meliala
Sarinembah, Kidupen, Rajaberneh, Naman, Munte
Muham
Susuk, Perbesi
Pandebayang
Buluhnaman, Gurusinga
Pandia
Seberaya, Payung, Beganding
Pelawi
Ajijahe, Perbaji, Selandi, Perbesi, Kandibata
Sinukapar
Sidikalang, Sarintonu, Pertumbuken
Tekang
Kaban


**PERANGIN-ANGIN **

Bangun
Batukarang, Penampen, Selandi, Narigunung, Jandimeriah
Benjerang
Batukarang
Kacinambun
Kacinambun
Keliat
Marding-ding
Laksa
Juhar
Limbeng
Karo Jahe, Pancur Batu sekitar, Binjai, Deli Serdang
Mano
Pergendangen
Namohaji
Kutabuluh
Penggarun
Susuk
Perbesi
Kutabuluh, Jinabun
Pencawan
Perbesi
Pinem
Juhar, Pernantin, Sidikalang, Taneh Pinem, Kotacane
Sebayang
Kuala, Perbesi, Gunung, Pertumbuken, Kutagerat
Singarimbun
Temburun, Mardingding, Kutambaru, Tanjung
Sinurat
Kerenda, Beganding
Sukatendel
Sukatendel
Tanjung
Pernampen, Berastepu
Ulujandi
Juhar
Uwir
Singgamanik

Read more »

RAKUT SI TELU

Kalimbubu


Kalimbubu adalah kelompok pemberi dara dalam Masyarakat Karo, kalimbubu ini ada beberapa jenis, yaitu:


- kalimbubu tua/ kalimbubu bena-bena;

- kalimbubu simupus/kalimbubu dareh;

- kalimbubu kampah;

- kalimbubu simajek dalikan;

- kalimbubu siperdemui;

- kalimbubu sembuyak;

- kalimbubu taneh/kalimbubu sinajek lulang;

- puang kalimbubu (kalimbubu dari kalimbubu);

- puang ni puang (kalimbubu dari puang kalimbubu).





Mehamat Erkalimbubu



Kalimbubu ibas kalak Karo emekap si harus ihamati ras ikelengi. Adi kalak karo si dekah erdalan itengah kerangen ras kalimbubu la banci lang anak beru arah lebe, ertina adi lit musuh entah pe rubia-rubia si merawa entah pe duri entahpe bulung si megatel gelah anak beru kena leben, gelah selamat kalimbubu ibas bahaya nari. Bagepe adi erdalan pagi-pagi namuren denga dalan, anak beru nge arah lebe, gelah enggo keri namur e isapu anak beru segelah kalimbubu lanai namuren. Adi ngerana kalimbubu ibas sada runggun labo banci ia isimbaki. "Bagi page ibas lebeng pe ikurkuri gelah lit man nakan turang" Bagem kuan-kuan kalak Karo ncidahken kekelengen anak beru nandangi kalimbubu.


Senina


Senina adalah kelompok yang semarga dalam Masyarakat Karo, senina ini ada beberapa jenis, yaitu:


- sembuyak;

- senina siparibanen;

- senina sipemeren;

- senina sipengalon;

- senina sicimbangen.



Metenget Ersenina


Senina eme si rusur teman runggu. Adi kalak Karo si dekah Senina Sada Utang Sada Ido nina. Utang seninanta banci nge itunggu kalak man banta, bagepe ido seninanta tek ka nge kalak kita ngalokenca. Metenget ersenina perlu kal ijaga gelah ula sempat retak, rubat. Teman meriah enterem nge, tapi teman tangis senina e ka ngenca. Emaka rugi kal adi kita rubat ersenina, dalan sirang labo lit, emaka arus metenget gelah ula sempat rubat, nggit sitewasen, ula subuki anem la pe iakap teng-tengsa. Ulin min si ban man seninanta asa man ise pe sebab e nge teman ngandung ras ermeriah ukur. Adi lit si la tabehen ukur ras seninanta si pala-palailah pekenasa.


Anakberu


Anakberu adalah kelompok penerima dara dalam Masyarakat Karo, anakberu ini ada beberapa jenis, yaitu:


- anakberu ipupus/anakberu dareh;

- anakberu iangkip;

- anakberu sincekuh baka tutup;

- anakberu tua;

- anakberu singerana, sirunggu (singerakut bide);

- anakberu menteri;

- anakberu singikuri;

- anakberu singikuti.




Metami Man Anak Beru


Kuan kuan kalak Karo "Mangkuk reh, mangkuk lawes", mbages kel ertina. Adi anak beru enggo erbahan si mehuli nandangi kalimbubu maka kalimbubu pe arus erbahan si mehuli man anak beru, amin gia lain-lain bentukna;


Kalimbubu la banci la erpengagak nandangi anak beruna, bas kai murde la banci lang arus isampatina. Bage nge ertina jadi dibata ni idah, ngidah kerina situasi. Bagepe anak beruna la pe isuruh kalimbubuna, enggo leben ikalakina juma kalimbubuna;


Bere-berenta man beren kin. Erpengagak kin jadi kalimbubu, la ipondona si bereken gelah puas kal ukurna. Gundari bere-bere pe lanai bo tersuruh, adi kita la si cidahken kekelengenta man bana. Ula min bagi si gundari, erjabu beberena luah si ngalo bere-bere pe palsu, labo mamana e sinukursa tapi siempo nge. Emaka akapna mamana pe mama palsu nge. Aturenna ije me i cidahken ate keleng erbere-bere, alu luah mamana, keleng kel atena barang e;


Tole, ula kal si diberu i cekurakina entah pe irawaina turangkuna. Bage pe si dilaki, ula kal i rawaina ntah ipandangina turangkuna tah silihna. Adi la si akap teng-teng silihta, banci sidilo turangta, turangta e banci siajarken entah sirawai. Maka iban kerja Tahun pe gelah setahun sekalilah gia sidahi-dahin. Kalimbubu ndahi anak beruna ras anak-anak kerina gelah itandaina bengkilana ras impalna, bagepe anak beru nandangi kalimbubu. Kai kin ateta luahta maka meriah ukur silihta ras beberenta e lah si baba, bageka anak beru nanadangi kalimbubu ras permenna.

from:  http://allextra.co.cc

Read more »

Sunday, April 18, 2010

10 KARYA PILIHAN JECK MARPAUNG


  1. Bajar Landit





    lagu ini menceritakan tentang seorang anak sekolah yang tertarik atas kesenagan demi uang ,untuk mencari sasaran pasang aksi segala cara baik tua atau muda yang penting dompetnya tebal




  2. Dang Diau
  3. memang jaman sekarang ini tidak jaman lagi dijodoh kan, yang lebih parah lagi dipaksa oleh kedua orang tua, seorang anak berhaka untuk mencari jodohnya sendiri, apa lagi jodoh yang dikasih itu tidak tidak kita suka oke jack lanjutkan

  4. Holong Naso Marbalos
  5.  
    wah ini nih lagu yang paling cocok untuk orang yang lagi folling inlove

  6. Kamar 13
  7.   pangilan sidang : baliat sibuea (bah goarna pe dunga baliat buaya muse) dihukum 10 tahun perkara :memperkosa opung opung ( wah opung-opung termasuk juga barang antik) Harimau sinaga( sudah namanya harimau naga jugak) dihukum 5 tahun perkara : manako BABI halisung-sung perangin-angin ( sudah namanya hali sung-sung angin pulak dihukum 7 tahun perkara : ilegal login (panako soban tahan sagala( tahan diribak tahan di cincang klo di pegang cewek langsung pingsan) dihukum 3 bulan potong tahanan bebas no KUHP sol- sol do(661) KUHP adalah Kasih Uang Habis Perkara enag penga dilan saaat ini sangat pilih buluh bisa kita lihat sendiri bagai mana pengadilan saat ini 
  8. LISKEN
  9. siapa pun juga bakan tidak akan mungkin mau putus dengan pacarnya sendiri yang di cintainya , apalagi sampai-sampai pacar kita sendiri yang telah menghianati kita

  10. Marpasar Pagi
  11.  
    wah klo dengar lagi ini nih lang sung pasti ingat suasana dikampung,kadang mendengar lagu ini kita bisa sampai meneteskan aimata, perjuangan seorang ibu itu memang sangat mulia,thangx jack marpaung telah meyadarkan aku 

  12. Sai Anju Ma Au
  13.  
    nah klo mendengar musiknya pertama pasti kita tidak lupa lagu jack marpaung yang satu ini bahkan udah sangat penomena di masyarakat batak sendiri 

  14. Si Jaul Top
  15. nah ini nih yang membuat pamor nama orang batak dijakarta menjadi jelak,bahkan orang bayak bilang bayak orang batak itu pekerja keras dan perantau, keseringan orang batak ditemukan diterminal di jakarta sebagai supir mobil atau preman bahkan ada juga sebagai pencopet ( itu sih semuanya kata orang orang) tapi keyataan ya bisa kita lihat sendiri

  16. Sotung Manarita Tondi Mi
  17. utuk semua orang tua yang tingal dikampung percaya lah kami pasti akan selalu mengigat mu yang tingal di kampung, hanya doa saja yang bisa kami berikan saat ini dari tempat perantawan ini, doakan lah kami inag supaya suses di tanah perantauan ini 

  18. Surat Narara
  19. wah klo dibilang surat narara  udah tau deh isinya nikmatin aja deh sendiri apa isinya jangan sampai berkaca-kaca yah  


wah emang bah soara ni si jeck marpaung ini tiada duanya

Read more »